A. Sejarah Singkat
Puskesmas
Puskesmas Kempas Jaya adalah Puskesmas yang terletak di
Jl.Raya Provinsi Km 255 Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir .Puskesmas Kempas
Jaya didirikan pada Tahun 1976 dan pada waktu berdirinya Puskesmas Kempas Jaya
adalah berupa Puskesmas Pembantu dengan wilayah kerja kelurahan Kempas Jaya ,
dan pada waktu itu Puskesmas Pembantu Kempas Jaya masih merupakan bagaian dari
Wilayah Puskesmas Sungai Salak Kecamatan Tempuling,
Namun dengan seiringnya perkembangan daerah Pada Tahun 1982
Puskesmas Kempas Jaya ditingkatkan statusnya menjadi Puskesmas Induk dengan
wilayah kerja hingga saat ini :
1.
Kelurahan
Kempas Jaya
2.
Kelurahan
Harapan Tani
3.
Desa
Bayas Jaya
4.
Desa
Sungai Rabit
5.
Desa
Pekan Tua
6.
Desa
Kulim Jaya
7.
Desa
Kerta Jaya
8.
Desa
Sungai Ara
9.
Desa
Sugai Gantang
10. Desa Danau Pulai Indah
11. Desa Rumbai Jaya
12. Desa Karya Tani
Dalam menjalankan peran dan fungsi
sebagai Puskesmas Induk,Puskesmas Kempas Jaya mempunyai 10 Puskesmas Pembantu
dan 1 Poskesdes Yaitu :
1.
Pustu
Bayas Jaya (didirikan Tahun 1992 )
2.
Pustu
Sungai Rabit ( didirikan Tahun 2015)
3.
Pustu
Kerta Jaya (didirikan Tahun 2015)
4.
Pustu
Kulim Jaya (didirikan Tahun 2015)
5.
Pustu
Pekan Tua (didirikan Tahun 2005)
6.
Pustu
Kulim Jaya (didirikan Tahun 2015)
7.
Pustu
Sungai Ara (didirikan tahun 2005)
8.
Pustu
Sungai Gantang ( didirikan tahun 1997)
9.
Pustu
Harapan Tani (didirikan tahun 1997)
10. Pustu Danau Pulai Indah (didirikan
Tahun 2015)
11. Pustu Rumbai Jaya (didirikan tahun
1994)
12. Poskesdes Karya Tani (didirikan
tahun 2007)
B. Profil Wilayah
1.
Gambaran Umum
Kecamatan
Kempas adalah salah satu kecamatan terbaru dari 20 kecamatan yang ada di
Kabupaten Indragiri Hilir, yang merupakan hasil pemekaran dari Kecamatan
Tempuling sesuai Perda Kabupaten Inhil Nomor: 16 Tahun 2005 dengan luas wilayah
364,50 Km2 atau 36,450 Ha. Kecamatan Kempas merupakan kecamatan dengan luas nomor
5 terkecil terhadap luas Kabupaten Indragiri Hilir secara keseluruhan. Pada
awalnya Kecamatan Kempas terdiri dari 1 Kelurahan dan 7 Desa. Oleh karena
jumlah penduduk selalu bertambah setiap tahunnya, maka untuk mempermudah
administrasi dan pelayanan kepada masyarakat beberapa desa di kecamatan ini
dimekarkan/dipecah pada pertengahan tahun 2011, sehingga jumlah desa/kelurahan
di Kecamatan Kempas menjadi 1 Kelurahan dan 11 Desa.
Pada
akhir tahun 2014 secara administrasi 1 desa di kecamatan ini berubah menjadi
Kelurahan, sehingga jumlah desa menjadi 10 Desa dan 2 Kelurahan. Ibukota
kecamatan Kempas berada di Kelurahan Harapan Tani dan berbatasan dengan :
- Sebelah Utara dengan Kecamatan Tempuling
- Sebelah Selatan dengan Kecamatan Keritang
- Sebelah Barat dengan Kabupaten Indragiri Hulu
- Sebelah Timur dengan Kecamatan Tempuling
dan Enok
2.
Kependudukan
2 desa di wilayah kerja UPT
Puskesmas Kempas Jaya hanya dapat dilalui oleh transportasi air yaitu Desa
Sungai Rabit dan Desa Kulim Jaya, dan 10 Desa lainnya dapat ditempuh dengan
transportasi darat. Di wilayah kerja UPT Puskesmas Kempas Jaya telah dapat
mencapai sarana informasi. Berikut jumlah penduduk di wilayah kerja UPT
Puskesmas Kempas Jaya Tahun 2017
JUMLAH PENDUDUK DI WILAYAH UPT PUSKESMAS KEMPAS JAYA
KECAMATAN KEMPAS TAHUN 2017
|
No
|
Desa
|
Jumlah Penduduk
|
|
1
|
Kempas
Jaya
|
6.233
|
|
2
|
Harapan
Tani
|
3.879
|
|
3
|
Sungai
Ara
|
2.789
|
|
4
|
Sungai
Gantang
|
5.847
|
|
5
|
Danau
Pulai Indah
|
2.134
|
|
6
|
RumbaI
Jaya
|
3.594
|
|
7
|
Karya
Tani
|
1.551
|
|
8
|
Pekan
Tua
|
3.161
|
|
9
|
Kulim
Jaya
|
874
|
10 |
Kerta
Jaya
|
1.204
|
|
11
|
Bayas
Jaya
|
2577
|
|
12
|
Sungai
Rabit
|
480
|
|
|
JUMLAH
|
34.317
|
Tinggi pusat pemerintah wilayah Kecamatan Kempas
dari permukaan laut adalah 1 s/d 4 meter. Di tepi sungai dan muara parit-parit
banyak Geografis 4 Kecamatan Kempas Dalam Angka Tahun 2016 terdapat
tumbuh-tumbuhan seperti nipah, kayu putat, rengas, pedada, bakau dan pada
bagian tasiknya atau di pinggir sungai di tumbuhi oleh pohon pohon sagu dan
sebahagian lagi dijadikan areal persawahan untuk ditanami padi dan palawija.
Keadaan tanahnya sebagian besar terdiri dari tanah gambut dan endapan sungai
serta rawa-rawa, berwarna hitam, kelabu dan coklat dapat dijadikan tanah
pertanian dengan klasifikasi sedang.
PETA
WILAYAH KECAMATAN KEMPAS
TAHUN 2017
3. Kondisi
Sosial Ekonomi
Pola
konsumsi rumah tangga merupakan salah satu indicator kesejahteraan rumah
tangga/keluarga. Besar kecilnya proporsi pengeluaran untuk konsumsi makanan
terhadap seluruh pengeluaran rumah tangga dapat memberikan gambaran
kesejahteraan rumah tangga tersebut. Dengan menggunakan data pengeluaran dapat dijadikan
ukuran guna menilai tingkat kesejahteraan ekonomi penduduk. Makin rendah
persentase pengeluaran untuk makanan terhadap total pengeluaran makin membaik
tingkat kesejahteraan penduduk. Dalam pembahasan pola pengeluaran konsumsi dari
hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), pengeluaran konsumsi adalah
dilihat dari aspek pengeluaran konsumsi yang betul-betul digunakan (dikonsumsi)
oleh rumah tangga, bukan pengeluaran yang digunakan untuk kepentingan usaha
atau yang diberikan kepada orang lain (transfer).
Pengeluaran
rumah tangga yang dikumpulkan melalui Susenas juga seringkali dianggap sebagai
proxy dari pendapatan rumah tangga yang sering juga dihubungkan sebagai tingkat
pendapatan riil rumah tangga (masyarakat). Pengeluaran/konsumsi rumah tangga
dikelompokkan menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok
makanan dan kelompok bukan makanan.
Berdasarkan
hasil Susenas 2016 Kabupaten Indragiri Hilir, pengeluaran rumah tangga pada
kelompok makanan meningkat, sedangkan pada kelompok bukan makanan mengalami
penurunan dibandingkan tahun 2015. Jika
dilihat menurut distribusi per kelompok barang pada tahun 2016, kontribusi yang
paling besar di kelompok makanan adalah pengeluaran/konsumsi makanan dan minuman
sebesar 13,99 persen dan pengeluaran/konsumsi padi-padian sebesar 8,83 persen.
Sedangkan di kelompok bukan makanan, kontribusi yang paling besar adalah
pengeluaran untuk perumahan dan fasilitas rumah tangga (sewa rumah,
pemeliharaan,biaya listrik, konsumsi bahan bakar, dan sebagainya ) sebesar
22,02 persen dan pengeluaran aneka barang dan jasa (perlengkapan mandi, biaya
berobat, biaya sekolah, biaya transportasi, dan sebagainya ) sebesar 8,26 persen.
4. Implikasi
pengembangan wilayah terhadap kebutuhan pelayanan kesehatan
Secara yuridis formal turunan dari UU No. 32 Tahun
2004 tentang Pemerintahan Daerah, yang selanjutnya diubah dengan UU No. 12
Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua UU No. 32 Tahun 2004, yaitu PP No. 19 Tahun
2008 tentang Kecamatan; memberikan peluang dilakukakannya pemekaran atas dasar
"pertimbangan khusus", dimana berdasarkan pertimbangan untuk
menciptakan kesejahteraan (prosperity) masyarakat setempat dan menjaga
keamanan/ pertahanan wilayah (security), dapat dilakukan pembentukan
Kecamatan baru di wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan, dengan cara melakukan
pemekaran Kecamatan.
Berdasarkan pertimbangan khusus tadi, dapat
diterjemahkan bahwa dari aspek percepatan pembangunan, pendekatan yang
dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir adalah melakukan
perpanjangan birokrasi pemerintahanan. Diharapkan Aparatur yang ditempatkan
dapat menjadi stimulan dalam menggerakan kegiatan pemerintahan, pelayanan umum
kepada masyarakat dan pembangunan.
Dengan adanya pemekaran wilayah maka Palayanan
Kesehatan semakin berpeluang berkembang dan kebutuhan pelayanan kesehatan akan
semakin meningkat. Hal ini akan semakin menambah tantangan Puskesmas terhadap
persaingan pasar yang akan semakin kompetitif.
C. Profil
Puskesmas
1. Gambaran Umum
Kegiatan Utama UPT Puskesmas Kempas Jaya adalah
dalam usaha pelayanan kesehatan perorangan dengan pendekatan pelayanan medis,
tindakan medik dan keperawatan, pelayanan penunjang medik, dan upaya rujukan.
Dengan core bisnis adalah pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan upaya-upaya
untuk mengembangkan jenis pelayanan yang telah ada dengan pengoptimalan sumber
daya dan fasilitas yang ada, sehingga dapat menampung kebutuhan masyarakat akan
kesehatan dan mampu bersaing dengan pelayanan kesehatan lain terutama di
wilayah Kecamatan Kempas dan sekitarnya.
Data umum UPT Puskesmas Kempas Jaya Kecamatan
Kempas Kabupaten Indragiri Hilir sebagai berikut :
a. Nama
Unit Kerja : UPT Puskesmas Kempas
Jaya
b.
Pemilik :
Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir
c.
Pimpinan Puskesmas : Suharmin, SKM, MM
d.
Ka.Subbag TU :
Supriyono, AMF
e.
Alamat :
Jl. Kesehatan RT.001/RW.008 Kempas Jaya
f.
Kecamatan :
Kempas
g.
Kabupaten :
Indragiri Hilir
- - Provinsi : Riau
h.
Kode Pos :
29261
i.
Telepon/Fax :
-
j.
Luas Tanah : 6472 m²
k.
Luas Bangunan :
900 m²
l.
Jumlah Pustu : 11 pustu
m. Jumlah Poskesdes : 0 Poskesdes
n.
Jumlah Pegawai :
110 Orang (PNS+PTT+Honorer+TKS)
o.
Status Akreditasi :
Proses Akreditasi
p.
Ijin Operasional : 355/SIOP-2014/III/PPSDK-447
Puskesmas Kempas Jaya didirikan diatas tanah seluas 800 m2
dengan luas bangunan 400 m2.
Sarana yang tersedia meliputi fasilitas sarana
pelayanan langsung (medis dan keperawatan) dengan tidak langsung (penunjang
medis) Kegiatan yang direncanakan adalah kegiatan upaya kesehatan wajib yaitu
upaya yang ditetapkan berdasarkan komitmen nasional, regional dan global serta
yang mempunyai daya tingkat tinggi untuk peningkatan derajat kesehatan
masyarakat.
Saat ini tengah dilakukan berbagai upaya penyempurnaan
fungsi manajemen; Penyempurnaan Sistem pengelolaan aset; pengembangan
kompetensi dan pembinaan karir; Penyempurnaan Sistem Reward and punishment;
Pengembangan SDM diprioritaskan pada
pendidikan SDM yang mempunyai daya ungkit yang signifikan terhadap kemajuan
Puskesmas berdasarkan prestasi, kompetensi & kontribusi terhadap puskesmas
serta pengembangan/pendidikan yang mengutamakan pelayanan, maka berbagai
kegiatan manajemen umum, diantaranya meningkatkan kinerja manajemen operasional
dengan mewujudkan indikator kinerja serta menyempurnakan sistem informasi
manajemen; sistem pengelolaan keuangan dan akuntansi serta mengembangkan sistem monitoring dan evaluasi.
Komposisi ketenagaan berdasarkan latar belakang
pendidikan di Puskesmas Kempas Jaya tahun 2017 adalah sebagai berikut Jumlah
pegawai tetap (PNS) ada 33 orang dengan perincian sebagai berikut:
JENIS KETENAGAAN UPT PUSKESMAS KEMPAS JAYA
KECAMATAN KEMPAS TAHUN 2017
|
No
|
Jenis Tenaga
|
Jumlah
|
|
|
1
|
Kepala Puskesmas
|
1
|
Orang
|
|
2
|
Ka.Subbag TU
|
1
|
Orang
|
|
3
|
Dokter Umum
|
1
|
orang
|
|
4
|
Dokter gigi
|
1
|
orang
|
|
5
|
Bidan
|
10
|
orang
|
|
6
|
Perawat
|
12
|
orang
|
|
7
|
Perawat Gigi
|
0
|
orang
|
|
8
|
Sanitarian
|
1
|
orang
|
|
9
|
Nutrisionis
|
0
|
orang
|
|
10
|
Apoteker
|
0
|
orang
|
|
11
|
Assisten Apoteker
|
0
|
orang
|
|
12
|
Analis
Kesehatan
|
2
|
orang
|
|
13
|
Penyuluh
Kesehatan
|
1
|
orang
|
|
14
|
Kesehatan
Masyarakat
|
0
|
orang
|
|
15
|
Staf Administrasi
|
1
|
orang
|
|
16
|
Pekarya Kesehatan
|
3
|
0rang
|
|
Jumlah
|
34
|
orang
|
|
Sumber:
Data Kepegawaian UPT Puskesmas Kempas Jaya, 2017
1)
Pegawai
Tidak Tetap (PTT)
Jumlah pegawai
tidak tetap (PTT) ada 7 orang dengan perincian sebagai berikut:\
|
No
|
Jenis
Tenaga
|
Jumlah
|
|
|
1
|
Bidan Desa
|
7
|
orang
|
|
Jumlah
|
7
|
orang
|
|
Sumber:
Data Kepegawaian UPT Puskesmas Kempas Jaya, 2017
2)
Tenaga
Harian Lepas
Jumlah tenaga
harian lepas (THL) ada 52 orang dengan perincian berikut:
TENAGA
HARIAN LEPAS UPT PUSKESMAS KEMPAS JAYA TAHUN 2017
|
No
|
Jenis Tenaga
|
Jumlah
|
|
|
1
|
Bidan
|
28
|
orang
|
|
2
|
Perawat
|
18
|
orang
|
|
3
|
Sarjana Kesehatan Masyarakat
|
1
|
Orang
|
|
4
|
Perawat
Gigi
|
1
|
Orang
|
|
5
|
Perekam Medik
|
1
|
Orang
|
|
6
|
Fisioterapi
|
1
|
Orang
|
|
7
|
Petugas pendaftaran
|
0
|
orang
|
|
8
|
Cleaning Service
|
2
|
Orang
|
|
9
|
Tukang Kebun
|
1
|
Orang
|
|
Jumlah
|
52
|
orang
|
|
Sumber:
Data Kepegawaian UPT Puskesmas Kempas Jaya, 2017
Dari data diatas proporsi terbesar adalah
lulusan DIII kesehatan sebesar 33% dan terkecil adalah Sarjana sebesar 2%
yaitu dokter gigi maupun umum dan keperawatan . Sedangkan Komposisi ketenagaan
berdasarkan jenis ketenagaan saat ini 50%
tenaga di Puskesmas dan Puskesmas Pembantu
adalah PNS.
Kebijakan kegiatan pengembangan SDM
didasarkan pada peningkatan kualitas SDM sesuai standar kompetensi, kebutuhan Puskesmas sehingga memiliki daya
ungkit yang besar dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Dari alokasi
biaya pengembangan SDM, sampai akhir tahun 2015 Puskesmas telah memberikan
kesempatan peningkatan pendidikan berbagai jenis ketenagaan diantaranya tenaga
perawat, tenaga medis, tenaga non medis, dan tenaga kesehatan lainnya.
Sedangkan penyelenggaraan pelatihan,
seminar dan workshop baik internal maupun eksternal meningkat dibandingkan
dengan penyelenggaraan pada tahun 2014, yaitu dari 48 kali penyelenggaraan di
tahun 2015 menjadi 72 kali penyelenggaraan , dengan jumlah SDM terlatih
meningkat Perkembangan ini tentunya diharapkan akan mampu meningkatkan kinerja
pelayanan Puskesmas pada tahun-tahun selanjutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar