Minggu, 27 Agustus 2017

UPT Puskesmas Kempas Jaya Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir, Riau



A. Sejarah Singkat Puskesmas
Puskesmas Kempas Jaya adalah Puskesmas yang terletak di Jl.Raya Provinsi Km 255 Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir .Puskesmas Kempas Jaya didirikan pada Tahun 1976 dan pada waktu berdirinya Puskesmas Kempas Jaya adalah berupa Puskesmas Pembantu dengan wilayah kerja kelurahan Kempas Jaya , dan pada waktu itu Puskesmas Pembantu Kempas Jaya masih merupakan bagaian dari Wilayah Puskesmas Sungai Salak Kecamatan Tempuling,
Namun dengan seiringnya perkembangan daerah Pada Tahun 1982 Puskesmas Kempas Jaya ditingkatkan statusnya menjadi Puskesmas Induk dengan wilayah kerja hingga saat ini :
1.      Kelurahan Kempas Jaya
2.      Kelurahan Harapan Tani
3.      Desa Bayas Jaya
4.      Desa Sungai Rabit
5.      Desa Pekan Tua
6.      Desa Kulim Jaya
7.      Desa Kerta Jaya
8.      Desa Sungai Ara
9.      Desa Sugai Gantang
10.  Desa Danau Pulai Indah
11.  Desa Rumbai Jaya
12.  Desa Karya Tani
Dalam menjalankan peran dan fungsi sebagai Puskesmas Induk,Puskesmas Kempas Jaya mempunyai 10 Puskesmas Pembantu dan 1 Poskesdes Yaitu :
1.      Pustu Bayas Jaya (didirikan Tahun 1992 )
2.      Pustu Sungai Rabit ( didirikan Tahun 2015)
3.      Pustu Kerta Jaya (didirikan Tahun 2015)
4.      Pustu Kulim Jaya (didirikan Tahun 2015)
5.      Pustu Pekan Tua (didirikan Tahun 2005)
6.      Pustu Kulim Jaya (didirikan Tahun 2015)
7.      Pustu Sungai Ara (didirikan tahun 2005)
8.      Pustu Sungai Gantang ( didirikan tahun 1997)
9.      Pustu Harapan Tani (didirikan tahun 1997)
10.  Pustu Danau Pulai Indah (didirikan Tahun 2015)
11.  Pustu Rumbai Jaya (didirikan tahun 1994)
12.  Poskesdes Karya Tani (didirikan tahun 2007)

B. Profil Wilayah
1. Gambaran Umum
Kecamatan Kempas adalah salah satu kecamatan terbaru dari 20 kecamatan yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir, yang merupakan hasil pemekaran dari Kecamatan Tempuling sesuai Perda Kabupaten Inhil Nomor: 16 Tahun 2005 dengan luas wilayah 364,50 Km2 atau 36,450 Ha. Kecamatan Kempas merupakan kecamatan dengan luas nomor 5 terkecil terhadap luas Kabupaten Indragiri Hilir secara keseluruhan. Pada awalnya Kecamatan Kempas terdiri dari 1 Kelurahan dan 7 Desa. Oleh karena jumlah penduduk selalu bertambah setiap tahunnya, maka untuk mempermudah administrasi dan pelayanan kepada masyarakat beberapa desa di kecamatan ini dimekarkan/dipecah pada pertengahan tahun 2011, sehingga jumlah desa/kelurahan di Kecamatan Kempas menjadi 1 Kelurahan dan 11 Desa.
Pada akhir tahun 2014 secara administrasi 1 desa di kecamatan ini berubah menjadi Kelurahan, sehingga jumlah desa menjadi 10 Desa dan 2 Kelurahan. Ibukota kecamatan Kempas berada di Kelurahan Harapan Tani dan berbatasan dengan :
-  Sebelah Utara dengan Kecamatan Tempuling
-  Sebelah Selatan dengan Kecamatan Keritang
-  Sebelah Barat dengan Kabupaten Indragiri Hulu
-  Sebelah Timur dengan Kecamatan Tempuling dan Enok

2. Kependudukan
2 desa di wilayah kerja UPT Puskesmas Kempas Jaya hanya dapat dilalui oleh transportasi air yaitu Desa Sungai Rabit dan Desa Kulim Jaya, dan 10 Desa lainnya dapat ditempuh dengan transportasi darat. Di wilayah kerja UPT Puskesmas Kempas Jaya telah dapat mencapai sarana informasi. Berikut jumlah penduduk di wilayah kerja UPT Puskesmas Kempas Jaya Tahun 2017
  
JUMLAH PENDUDUK DI WILAYAH UPT PUSKESMAS KEMPAS JAYA
KECAMATAN KEMPAS TAHUN 2017

No
Desa
Jumlah Penduduk
1
Kempas Jaya
6.233
2
Harapan Tani
3.879
3
Sungai Ara
2.789
4
Sungai Gantang
5.847
5
Danau Pulai Indah
2.134
6
RumbaI Jaya
3.594
7
Karya Tani
1.551
8
Pekan Tua
3.161
9
Kulim Jaya
874

10

Kerta Jaya
1.204
11
Bayas Jaya
2577
12
Sungai Rabit
480

JUMLAH
34.317

Tinggi pusat pemerintah wilayah Kecamatan Kempas dari permukaan laut adalah 1 s/d 4 meter. Di tepi sungai dan muara parit-parit banyak Geografis 4 Kecamatan Kempas Dalam Angka Tahun 2016 terdapat tumbuh-tumbuhan seperti nipah, kayu putat, rengas, pedada, bakau dan pada bagian tasiknya atau di pinggir sungai di tumbuhi oleh pohon pohon sagu dan sebahagian lagi dijadikan areal persawahan untuk ditanami padi dan palawija. Keadaan tanahnya sebagian besar terdiri dari tanah gambut dan endapan sungai serta rawa-rawa, berwarna hitam, kelabu dan coklat dapat dijadikan tanah pertanian dengan klasifikasi sedang.


PETA WILAYAH KECAMATAN KEMPAS
TAHUN 2017
3. Kondisi Sosial Ekonomi
Pola konsumsi rumah tangga merupakan salah satu indicator kesejahteraan rumah tangga/keluarga. Besar kecilnya proporsi pengeluaran untuk konsumsi makanan terhadap seluruh pengeluaran rumah tangga dapat memberikan gambaran kesejahteraan rumah tangga tersebut. Dengan menggunakan data pengeluaran dapat dijadikan ukuran guna menilai tingkat kesejahteraan ekonomi penduduk. Makin rendah persentase pengeluaran untuk makanan terhadap total pengeluaran makin membaik tingkat kesejahteraan penduduk. Dalam pembahasan pola pengeluaran konsumsi dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), pengeluaran konsumsi adalah dilihat dari aspek pengeluaran konsumsi yang betul-betul digunakan (dikonsumsi) oleh rumah tangga, bukan pengeluaran yang digunakan untuk kepentingan usaha atau yang diberikan kepada orang lain (transfer).
Pengeluaran rumah tangga yang dikumpulkan melalui Susenas juga seringkali dianggap sebagai proxy dari pendapatan rumah tangga yang sering juga dihubungkan sebagai tingkat pendapatan riil rumah tangga (masyarakat). Pengeluaran/konsumsi rumah tangga dikelompokkan menjadi 2 kelompok, yaitu  kelompok makanan dan kelompok bukan makanan.
Berdasarkan hasil Susenas 2016 Kabupaten Indragiri Hilir, pengeluaran rumah tangga pada kelompok makanan meningkat, sedangkan pada kelompok bukan makanan mengalami penurunan dibandingkan tahun  2015. Jika dilihat menurut distribusi per kelompok barang pada tahun 2016, kontribusi yang paling besar di kelompok makanan adalah pengeluaran/konsumsi makanan dan minuman sebesar 13,99 persen dan pengeluaran/konsumsi padi-padian sebesar 8,83 persen. Sedangkan di kelompok bukan makanan, kontribusi yang paling besar adalah pengeluaran untuk perumahan dan fasilitas rumah tangga (sewa rumah, pemeliharaan,biaya listrik, konsumsi bahan bakar, dan sebagainya ) sebesar 22,02 persen dan pengeluaran aneka barang dan jasa (perlengkapan mandi, biaya berobat, biaya sekolah, biaya transportasi, dan sebagainya ) sebesar 8,26 persen.

4. Implikasi pengembangan wilayah terhadap kebutuhan pelayanan kesehatan
Secara yuridis formal turunan dari UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, yang selanjutnya diubah dengan UU No. 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua UU No. 32 Tahun 2004, yaitu PP No. 19 Tahun 2008 tentang Kecamatan; memberikan peluang dilakukakannya pemekaran atas dasar "pertimbangan khusus", dimana berdasarkan pertimbangan untuk menciptakan kesejahteraan (prosperity) masyarakat setempat dan menjaga keamanan/ pertahanan wilayah (security), dapat dilakukan  pembentukan Kecamatan baru di wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan, dengan cara melakukan pemekaran Kecamatan.
Berdasarkan pertimbangan khusus tadi, dapat diterjemahkan bahwa dari aspek percepatan pembangunan, pendekatan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir adalah melakukan perpanjangan birokrasi pemerintahanan. Diharapkan Aparatur yang ditempatkan dapat menjadi stimulan dalam menggerakan kegiatan pemerintahan, pelayanan umum kepada masyarakat dan pembangunan.
Dengan adanya pemekaran wilayah maka Palayanan Kesehatan semakin berpeluang berkembang dan kebutuhan pelayanan kesehatan akan semakin meningkat. Hal ini akan semakin menambah tantangan Puskesmas terhadap persaingan pasar yang akan semakin kompetitif.

C. Profil Puskesmas
1. Gambaran Umum
Kegiatan Utama UPT Puskesmas Kempas Jaya adalah dalam usaha pelayanan kesehatan perorangan dengan pendekatan pelayanan medis, tindakan medik dan keperawatan, pelayanan penunjang medik, dan upaya rujukan. Dengan core bisnis adalah pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan upaya-upaya untuk mengembangkan jenis pelayanan yang telah ada dengan pengoptimalan sumber daya dan fasilitas yang ada, sehingga dapat menampung kebutuhan masyarakat akan kesehatan dan mampu bersaing dengan pelayanan kesehatan lain terutama di wilayah Kecamatan Kempas dan sekitarnya.
Data umum UPT Puskesmas Kempas Jaya Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir sebagai berikut :
a.       Nama Unit Kerja         : UPT Puskesmas Kempas Jaya
b.      Pemilik                        : Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir
c.       Pimpinan Puskesmas   : Suharmin, SKM, MM
d.      Ka.Subbag TU            : Supriyono, AMF
e.       Alamat                        : Jl. Kesehatan  RT.001/RW.008 Kempas Jaya
f.       Kecamatan                  : Kempas
g.      Kabupaten                   : Indragiri Hilir
- -  Provinsi                       : Riau
h.      Kode Pos                    : 29261
i.        Telepon/Fax                : -
j.        Luas Tanah                  : 6472
k.      Luas Bangunan           :  900
l.        Jumlah Pustu               : 11 pustu 
m.    Jumlah Poskesdes       :  0 Poskesdes
n.      Jumlah Pegawai          :  110 Orang (PNS+PTT+Honorer+TKS)
o.      Status Akreditasi        :  Proses Akreditasi
p.      Ijin Operasional           : 355/SIOP-2014/III/PPSDK-447

Puskesmas Kempas Jaya didirikan diatas tanah seluas 800 m2 dengan luas  bangunan 400 m2. Sarana yang tersedia meliputi fasilitas sarana pelayanan langsung (medis dan keperawatan) dengan tidak langsung (penunjang medis) Kegiatan yang direncanakan adalah kegiatan upaya kesehatan wajib yaitu upaya yang ditetapkan berdasarkan komitmen nasional, regional dan global serta yang mempunyai daya tingkat tinggi untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Saat ini tengah dilakukan berbagai upaya penyempurnaan fungsi manajemen; Penyempurnaan Sistem pengelolaan aset; pengembangan kompetensi dan pembinaan karir; Penyempurnaan Sistem Reward and punishment; Pengembangan SDM diprioritaskan  pada pendidikan SDM yang mempunyai daya ungkit yang signifikan terhadap kemajuan Puskesmas berdasarkan prestasi, kompetensi & kontribusi terhadap puskesmas serta pengembangan/pendidikan yang mengutamakan pelayanan, maka berbagai kegiatan manajemen umum, diantaranya meningkatkan kinerja manajemen operasional dengan mewujudkan indikator kinerja serta menyempurnakan sistem informasi manajemen; sistem pengelolaan keuangan dan akuntansi serta  mengembangkan sistem monitoring dan evaluasi.
Komposisi ketenagaan berdasarkan latar belakang pendidikan di Puskesmas Kempas Jaya tahun 2017 adalah sebagai berikut Jumlah pegawai tetap (PNS) ada 33 orang dengan perincian sebagai berikut:

 
JENIS KETENAGAAN UPT PUSKESMAS KEMPAS JAYA
KECAMATAN KEMPAS TAHUN 2017

No
Jenis Tenaga
Jumlah
1
Kepala Puskesmas
1
Orang
2
Ka.Subbag TU
1
Orang
3
Dokter Umum
1
orang
4
Dokter gigi
1
orang
5
Bidan
10
orang
6
Perawat
12
orang
7
Perawat Gigi
0
orang
8
Sanitarian
1
orang
9
Nutrisionis
0
orang
10
Apoteker
0
orang
11
Assisten Apoteker
0
orang
12
Analis Kesehatan
2
orang
13
Penyuluh Kesehatan
1
orang
14
Kesehatan Masyarakat
0
orang
15
Staf Administrasi
1
orang
16
Pekarya Kesehatan
3
0rang
Jumlah
34
orang
Sumber: Data Kepegawaian UPT Puskesmas Kempas Jaya, 2017

1)   Pegawai Tidak Tetap (PTT)
Jumlah pegawai tidak tetap (PTT) ada 7 orang dengan perincian sebagai berikut:\
No
Jenis Tenaga
Jumlah
1
Bidan Desa
7
orang
Jumlah
7
orang
Sumber: Data Kepegawaian UPT Puskesmas Kempas Jaya, 2017
 
2)   Tenaga Harian Lepas
Jumlah tenaga harian lepas (THL) ada 52 orang dengan perincian berikut:

TENAGA HARIAN LEPAS UPT PUSKESMAS KEMPAS JAYA TAHUN 2017
No
Jenis Tenaga
Jumlah
1
Bidan
28
orang
2
Perawat
18
orang
3
Sarjana Kesehatan Masyarakat
1
Orang
4
Perawat Gigi
1
Orang
5
Perekam Medik
1
Orang
6
Fisioterapi
1
Orang
7
Petugas pendaftaran
0
orang
8
Cleaning Service
2
Orang
9
Tukang Kebun
1
Orang
Jumlah
52
orang
Sumber: Data Kepegawaian UPT Puskesmas Kempas Jaya, 2017
 Dari data diatas proporsi terbesar adalah lulusan  DIII kesehatan sebesar  33% dan terkecil adalah Sarjana sebesar 2% yaitu dokter gigi maupun umum dan keperawatan . Sedangkan Komposisi ketenagaan berdasarkan jenis ketenagaan saat ini  50% tenaga di Puskesmas dan Puskesmas Pembantu  adalah PNS.
Kebijakan kegiatan pengembangan SDM didasarkan pada peningkatan kualitas SDM sesuai standar kompetensi,  kebutuhan Puskesmas sehingga memiliki daya ungkit yang besar dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Dari alokasi biaya pengembangan SDM, sampai akhir tahun 2015 Puskesmas telah memberikan kesempatan peningkatan pendidikan berbagai jenis ketenagaan diantaranya tenaga perawat, tenaga medis, tenaga non medis, dan tenaga kesehatan lainnya.
Sedangkan penyelenggaraan pelatihan, seminar dan workshop baik internal maupun eksternal meningkat dibandingkan dengan penyelenggaraan pada tahun 2014, yaitu dari 48 kali penyelenggaraan di tahun 2015 menjadi 72 kali penyelenggaraan , dengan jumlah SDM terlatih meningkat Perkembangan ini tentunya diharapkan akan mampu meningkatkan kinerja pelayanan Puskesmas pada tahun-tahun selanjutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar